Judul

Selamat pagi, Jogjakarta, dari dalam gedung berputih pada kebanyakan kesamarataan. Dapat salam dari Ibu penjaga perpustakaan. Jangan berantakan, rindu itu tidak tinggal diam, katanya. 23 Agustus 2017. 11:14 Jogja indah. Masih indah pada anggun lantai persatuan berselimut cerah. Menempel kemudian pada jendela, AC tidak mau menyentuhku. Tidak ambil pusing dengan aku yang menggerutu. Sambil penuh… Lanjutkan membaca Judul

Iklan

Tidak Tahu, Hanya Rindu

Melulu bertopeng misteri. Dia bergumam kepada hatinya; Tampak baguslah tersenyummu, orang-orang akan setuju kamu baik-baik saja. Kemudian dia tertawa. Keras sekali. Telah diresmikannya pekerjaan pembohong saat itu juga, bersamaan suara pesawat terbang melintas bergemuruh cukup mengganggu tidur Pupa, harimaunya. Bernafas biasa dirasa kurang berpihak, dimana susah payah dia lakukan sering-sering. Belum banyak yang tahu, hari… Lanjutkan membaca Tidak Tahu, Hanya Rindu

Itu Sudah Pasti Bohong!, kan?

Sulit dicerna, bila dikata cinta itu buta. Jauh, jauhhhh pada lubuk hati terdasar, menerima begitu saja bukti bahwa yang digilai juta-berjuta betina (baca:nomor satu adalah aku), kenapa musti dia, jakun punya?! Sejak pukul menjelang petang hingga sekarang, terus begitu bukti-bukti itu—masih dengan rasa sukar dipercaya—aku tontoni. Menyebalkan luar biasa, rasanya, pada dia yang sebegitu muda,… Lanjutkan membaca Itu Sudah Pasti Bohong!, kan?

Bahagiakan Ketidakbahagiaan

Indonesia adalah kaya. Adalah beraneka ragam suku, ras, agama, dan budayanya. Adalah pula bervariasi jenis manusianya. Yang menancapkan mantap-mantap semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA dalam setiap jiwa warganya. Indonesia adalah juga turut menggandeng toleransi sebagai landasan kebanggaan yang dipunyanya. Demi terwujudnya damai sebuah rumah, sejahtera terberkatilah cinta sebuah rasa, agar jua tidak retak-retak seperti jerawat doi… Lanjutkan membaca Bahagiakan Ketidakbahagiaan

Angin

Sebelumnya, aku gagal menemukan tempat bertumpah cerita. Kemudian aku berpikir, di sini aku masih diterima. Jadi kuputuskan untuk bercerita. Aku akan memulainya. Terkadang sering aku merasa sesuatu kecil terlalu dibesar-besarkan dan sesuatu besar terlalu disepelekan. Mungkin aku hanya anak kecil, tapi aku tidak memilih untuk hidup dikendalikan hal lain. Media, misalnya. Atau orang lain yang… Lanjutkan membaca Angin

Rebo Wekasan dengan Kawan

Ini kali pertama aku turut merayakan. Terkenal dijuluki Rebo Wekasan. Sebuah tradisi masyarakat Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, yang masih hidup hingga hari ini. Deskripsi hampir sama dengan Idul Fitri. Di rumahnya disuguhkan banyak makanan ringan berrumah kaleng, beberapa bermerk Tupperware. Ada tape, pisang, anggur, makroni, beberapa jenis keripik, dan sudah pasti masih banyak lagi.… Lanjutkan membaca Rebo Wekasan dengan Kawan

Kacau Terujung

Aku tidak suka melihat hati orang-orang itu berdarah. Aku tidak gembira melihat orang-orang itu berusaha tertawa. Aku tidak senang melihat orang-orang itu bermandikan hujan, ditangiskan aku. Memang benar, beberapa bulan lalu, aku, berniat membunuh satu-dua orang yang teramat sangat membunuhku bersamaan dengan kalimat mereka. Tetapi hari ini, detik ini diluar akal, bahwa niatku tidak lain… Lanjutkan membaca Kacau Terujung